Setelah terjadi keadaan darurat keluarga, Qing Ye kembali ke kampung halamannya saat duduk di kelas tiga SMA. Karena merasa sulit beradaptasi setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya di kota yang ramai, Qing Ye bertekad untuk pergi begitu ada kesempatan. Namun, ketika ia bertemu Xing Wu, seorang remaja setempat yang kesulitan di sekolah, ia memutuskan untuk membantunya lulus. Tak terelakkan, Xing Wu dan Qing Ye semakin dekat satu sama lain, meskipun mereka memiliki kepribadian dan prioritas hidup yang berbeda.
Setelah lulus SMA, Qing Ye pindah untuk kuliah, tetapi akhirnya kembali beberapa tahun kemudian—begitu pula Xing Wu, yang masih menyimpan perasaan untuk Qing Ye. Akankah kesempatan kedua ini memberi mereka peluang untuk akhirnya menyadari perasaan mereka satu sama lain?
